Friday, 21 September 2018 08:25

    BPPT Dukung Pengembangan Perikanan Di Kab. Banjar – Provinsi KalSel

    Written by Admin PTPP
    Rate this item
    (0 votes)

    Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani (ikan), BPPT bekerjasama dengan Komisi VII DPR-RI pada tanggal 4 September 2018 melaksanakan “DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA UNGGUL” yang dihadiri oleh Kelompok Pembudidaya Ikan Kabupaten Banjar– Provinsi Kalimantan Selatan.

    Pada kesempatan tersebut hadir Anggota DPR-RI Komisi VII Drs. H.M. Dardiansyah; Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Ir. H. Dondit Bekti A; Kepala Desa Mali mali, Kabupaten Banjar H.Suriansyah; Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT yang diwakili oleh Dr.M.Nasir Rofiq.

    Kabupaten Banjar mempunyai sumberdaya perikanan dan kelautan yang sangat potensial untuk dikembangkan. Kabupaten Banjar juga termasuk salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang mempunyai potensi perairan yang lengkap, yaitu perairan umum dan perairan laut (kawasan pesisir). Potensi ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kegiatan penangkapan dan budidaya.

    Sedangkan kegiatan budidaya yang dilakukan masyarakat meliputi kegiatan budidaya kolam, jaring apung, karamba, dan tambak. Potensi lahan budidaya ikan dalam kolam mencapai 39.558,3 ha, dimana dari luasan tersebut telah dimanfaatkan sebesar 538,1 ha. Produksi ikan dari budidaya di kolam tahun 2013 sebesar 37.157 ton, dimana sebanyak 21.485,2 ton berasal dari kabupaten Banjar. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan dalam kolam, seperti patin, nila, mas, lele, gurami, betok dan gabus.

    BPPT telah mengembangkan berbagai jenis ikan nila, dengan berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi. Pada tahun 2006, melalui penelitian selama 3 tahun, bersama-sama Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa di Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat, sebagai konsultan teknis, mengembangkan ikan Nila NIRWANA (Nila Ras Wanayasa). Ikan NILA NIRWANA dengan keunggulan memiliki pertumbuhan kenaikan berat badan yang cepat. Ikan ini diperkenalkan untuk menjawab berbagai keluhan pembudidaya ikan saat itu, terhadap pertumbuhan ikan nila yang lambat. 
    Pada tahun 2007 melalui penelitian selama 6 tahun, diperkenalkan ikan NILA GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) sebagai penghasil benih ikan nila monoseks jantan (Genetically Monosex Tilapia/GMT).

    Diperkenalkannya ikan NILA GESIT ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar, melalui pertumbuhan ikan Nila jantan yang memiliki kecepatan tumbuh 30-50 % lebih cepat dibandingkan ikan Nila betina. Selain itu, dari hasil pengembangan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT).

    Read 37 times Last modified on Friday, 21 September 2018 08:31