Monday, 04 June 2018 02:20

    BPPT Dukung Pengembangan Perikanan di Sulawesi Selatan

    Written by Admin
    Rate this item
    (0 votes)

    Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani (ikan),  BPPT bekerjasama dengan Komisi VII DPR-RI pada tanggal 31 Mei 2018 melaksanakan “DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA UNGGUL  yang dihadiri oleh Kelompok Pembudidaya Ikan di KabupatenSoppeng – ProvinsiSulawesi Selatan.  Pada kesempatan tersebut hadir Bupati Kabupaten Soppeng Bapak H.Andi Kaswadi Razak, SE.; Anggota DPR-RI Komisi VII Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si, Anggota DPRD Kab. Soppeng Bapak Andi Samsu Rijal; Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng Ir. H. Suriyadi, M.Si, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr. Soni Solistia Wirawan, M.Eng, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Ir. Arief Arianto, MSc. Agr., dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT Ir.Makmuri, M.M.

    • Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani (ikan), BPPT bekerjasama dengan Komisi VII DPR-RI melaksanakan kegiatan “DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA UNGGUL  di Kabupaten Soppeng – Provinsi Sulawesi Selatan
    • BPPT telah mengembangkan berbagai jenis ikan nila, dengan berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi.
    • Pada tahun 2006, melalui penelitian selama 3 tahun, bersama-sama Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa di Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat, sebagai konsultan teknis, mengembangkan ikan Nila NIRWANA (Nila Ras Wanayasa). Ikan NILA NIRWANA dengan keunggulan memiliki pertumbuhan kenaikan berat badan yang cepat. Ikan ini diperkenalkan untuk menjawab berbagai keluhan pembudidaya ikan saat itu, terhadap pertumbuhan ikan nila yang lambat.
    • Pada tahun 2007 melalui penelitian selama 6 tahun, diperkenalkan ikan NILA GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) sebagai penghasil benih ikan nila monoseks jantan (Genetically Monosex Tilapia/GMT). Diperkenalkannya ikan NILA GESIT ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar, melalui pertumbuhan ikan Nila jantan yang memiliki kecepatan tumbuh 30-50 % lebih cepat dibandingkan ikan Nila betina. Selain itu, dari hasil pengembangan Balai Besar Pengembangan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sejak 2001, telah dihasilkan Nila Sultana yang merupakan varietas ikan nila singkatan dari Seleksi Unggul Salabintana yang diperkenalkan pada tahun 2012. Dalam proses pembenihan, hasil persilangan antara nila Sultana betina dengan nila gesit jantan terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan lebih cepat sampai 40 persen.
    • Melalui Keputusan Menteri KKP pada tahun 2014, dalam upaya menghadapi tantangan lingkungan dan antisipasi terhadap dampak pemanasan global (global warming) akibat perubahan cuaca global  (global climate change) yang menyebabkan naiknya tinggi muka air laut pada beberapa wilayah di Indonesia,  serta memberdayakan lahan tambak payau yang idle, telah dikembangkan ikan Nila SALINA (Saline Indonesian Tilapia).  Ikan ini merupakan  jenis ikan nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan payau salinitas 20 - 25 ppt (part per-thousand)
    • Kelanjutan dari pengembangan teknologi budidaya ikan nila Salina, adalah perekayasaan teknologi budidaya yang menghasilkan ikan nila yang dapat dibudidayakan di lingkungan perairan laut (>32 ppt)yang dinamai ikan  Nila Maharsi
    • Sedangkan berbagai inovasi teknologi juga dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas ikan nila dalam kegiatan budidaya, pakan yang diberikan ditambah dengan suplemen pertumbuhan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate) terhadap serangan bakteri Streptococcus sp.
    • Dalam acara pelatihan ini disampaikan materi tentang Teknologi Perbenihan dan Pembesaran Ikan Nila Unggul dan “Praktek pembuatan pakan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus dan suplemen pertumbuhan rGH” oleh Tim Perekayasa BPPT
    • Untuk mendukung pelaksanaan diseminasi teknologi dan kegiatan budidaya perikanan, maka diserahkan pula paket budidaya ikan, yaitu : Benih ikan nila dan Pakan pelet dari BPPT kepada kelompok pembudidaya ikan

    Dalam acara tersebut disampaikan materi pelatihan “Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul” oleh Dedy Yaniharto (Perekayasa Madya BPPT) dan “Praktek pembuatan pakan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus dan suplemen pertumbuhan rGH” oleh Kiki Mariya Dewi (Perekayasa Pertama BPPT). Semoga kegiatan diseminasi teknologi ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Soppeng khususnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada umumnya.

    Read 100 times