Wednesday, 30 May 2018 01:12

    BPPT Dukung Pengembangan Perikanan di Sumatera Utara

    Written by Admin
    Rate this item
    (0 votes)

    Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani (ikan),  BPPT bekerjasama dengan Komisi VII DPR-RI pada tanggal 25 Mei 2018 melaksanakan “DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA UNGGUL, SUPLEMEN PERTUMBUHAN  DAN VAKSIN DNA STREPTOCOCCUS  yang dihadiri oleh Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Deli Serdang – Provinsi Sumatera Utara.  Pada kesempatan tersebut hadir Anggota DPR-RI sekaligus Ketua Komisi VII H.Gus Irawan Pasaribu, SE.Ak., MM, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Deli Serdang Tengku M.Zaki Aufa,S.Sos M,Ap, Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr.Soni Solistia Wirawan, M.Eng, Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Ir.Arief Arianto, MSc. Agr., dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPPT yang diwakili oleh Mula Tua Pardede, SE.

    • Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani (ikan), BPPT bekerjasama dengan Komisi VII DPR-RI melaksanakan kegiatan “DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA UNGGUL, SUPLEMEN PERTUMBUHAN  DAN VAKSIN DNA STREPTOCOCCUS  di Kabupaten Deli Serdang – Provinsi Sumatera Utara
    • BPPT telah mengembangkan berbagai jenis ikan nila, dengan berbagai keunggulan yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi.
    • Pada tahun 2006, melalui penelitian selama 3 tahun, bersama-sama Balai Pengembangan Benih Ikan Air Tawar (BPBIAT) Wanayasa di Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat, sebagai konsultan teknis, mengembangkan ikan Nila NIRWANA (Nila Ras Wanayasa). Ikan NILA NIRWANA dengan keunggulan memiliki pertumbuhan kenaikan berat badan yang cepat. Ikan ini diperkenalkan untuk menjawab berbagai keluhan pembudidaya ikan saat itu, terhadap pertumbuhan ikan nila yang lambat.
    • Pada tahun 2007 melalui penelitian selama 6 tahun, diperkenalkan ikan NILA GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia) sebagai penghasil benih ikan nila monoseks jantan (Genetically Monosex Tilapia/GMT). Diperkenalkannya ikan NILA GESIT ini, bertujuan untuk meningkatkan produksi budidaya ikan air tawar, melalui pertumbuhan ikan Nila jantan yang memiliki kecepatan tumbuh 30-50 % lebih cepat dibandingkan ikan Nila betina.
    • Melalui Keputusan Menteri KKP pada tahun 2013, dalam upaya menghadapi tantangan lingkungan dan antisipasi terhadap dampak pemanasan global (global warming) akibat perubahan cuaca global  (global climate change) yang menyebabkan naiknya tinggi muka air laut pada beberapa wilayah di Indonesia,  serta memberdayakan lahan tambak payau yang idle, telah dikembangkan ikan Nila SALINA (Saline Indonesian Tilapia).  Ikan ini merupakan  jenis ikan nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan payau salinitas 20 - 25 ppt (part per-thousand)
    • Kelanjutan dari pengembangan teknologi budidaya ikan nila Salina, adalah perekayasaan teknologi budidaya yang menghasilkan ikan nila yang dapat dibudidayakan di lingkungan perairan laut (>32 ppt)yang dinamai ikan  Nila Maharsi
    • Sedangkan berbagai inovasi teknologi juga dikembangkan untuk mendukung peningkatan produktivitas ikan nila dalam kegiatan budidaya, pakan yang diberikan ditambah dengan suplemen pertumbuhan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Pemberian vaksin DNA Streptococcus sp melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate) terhadap serangan bakteri Streptococcus sp.
    • Dalam acara pelatihan ini disampaikan materi tentang Teknologi Perbenihan dan Budidaya Ikan Nila Unggul dan “Praktek pembuatan pakan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus dan suplemen pertumbuhan rGH” oleh Tim Perekayasa BPPT
    • Untuk mendukung pelaksanaan diseminasi teknologi dan kegiatan budidaya perikanan, maka diserahkan pula paket budidaya ikan, yaitu : Benih ikan nila; Pakan pelet dan Perlengkapan Budidaya dari BPPT kepada kelompok pembudidaya ikan

    Demikian sambutan kami, semoga kegiatan diseminasi teknologi ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Deli Serdang khususnya dan Provinsi Sumatera Utara pada umumnya.

    Dalam acara tersebut selain adanya penyampaian materi pelatihan “Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul” oleh Dedy Yaniharto (Perekayasa Madya BPPT) dan “praktek pembuatan pakan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus dan suplemen pertumbuhan rGH” oleh Sutanti (Perekayasa Muda BPPT),  juga dilakukan penyerahan paket budidaya meliputi benih ikan nila; pakan pelet  dan perlengkapan Budidaya dari BPPT kepada kelompok pembudidaya ikan setempat.

    Read 222 times