Wednesday, 02 August 2017 07:35

    Teknologi Produksi Kakao

    Written by Admin
    Rate this item
    (0 votes)

    Indonesia sebagai Negara penghasil kakao nomor 2 di dunia dengan kontribusi sebesar 18% dari pasar global. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas kakao yaitu hanya 660 kg/ha, sedangkan Pantai Gading mencapai 1,5 ton/ha.  Hal tersebut  disebabkan oleh tanaman  berumur tua, budidaya tidak intensif dan serangan hama penyakit.  Indonesia mentargetkan tahun 2025 mampu memproduksi 2,5 juta ton biji kakao.

    Tujuan

    Kegiatan ini bertujuan Mendukung program peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kakao nasional melalui: (a). Perbanyakan dan penyediaan bibit unggul kakao, (b).  Perbaikan teknik budidaya, serta (c). Penerapan teknologi pengolahan produk hilir kakao.

    Waktu dan tempat

    Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2013 - 2016.  Lokasi kegiatan di Laboratorium Pertanian dan Laboratorium Agroindustri LAPTIAB – TAB, BPPT di Serpong Tangerang Selatan dan  Sulawesi Selatan.

    Pelaksanaan kegiatan

    Dalam kegiatan teknologi pembibitan kakao memberikan perhatian pada upaya untuk mendapatkan stimulant penyambungan batang kakao (Mulako) serta uji coba perbanyakan bibit menggunakan prototype Mulako.  Kegiatan ini meliputi penelitian in vitro untuk mencari formulasi stimulant yang efektif baik kualitatif maupun kuantitatif, penelitian efektifitas Mulako pada skala Green House dan uji coba efektifitas Mulako pada skala produksi di Screen House

    Kegiatan perbaikan budidaya merupakan penelitian lapangan yang meliputi penerapan tumpangsari Kakao dengan garut untuk mendayagunakan lahan nganggur dibawah tegakan pohon kakao, pemangkasan, pemupukan dan pembuatan pupuk organic Bokashi dengan menggunakan limbah kulit buah dan daun kakao.

    Kegiatan Teknologi pengolahan meliputi kegiatan untuk mendapatkan teknologi proses dan prototype produk antara dan mendapatkan teknologi proses dan prototype produk hilir.  Kegiatan ini dilakukan pada skala laboratorium di Laboratorium Teknologi Agroindustri, LAPTIAB-TAB, BPPT dan skala pilot plant

    Hasil

    Hasil kegiatan Teknologi pembibitan telah diperoleh stimulant penyambungan untuk mempercepat penyambungan bibit kakao yang disebut MULAKO, bibit siap tanam hasil penyambungan dengan Mulako tersertifikasi sebanyak 11,000 batang, dan satu unit Demfarm pembibitan seluas 252 m2 (12x21 m)

    Kegiatan perbaikan teknik budidaya telah diperoleh prototype bioinsektisida berbahan aktif Beauveria bassiana, prototype biofungisida berbahan aktif Trichderma,  teknik pembuatan pupuk organic  bokashi berbahan baku limbah kulit kakao dan daun kakao, teknik tumpangsari kakao dan garut, serta demfarm kakao seluas 2 hektar hasil rehabilitasi budidaya melalui pemangkasan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

    Dalam teknologi pengolahan telah diperoleh rekomendasi dan prototype pengolahan produk antara dan rekomendasi dan prototype pengolahan produk hilir cokelat

    Mitra kegiatan

    Mitra kegiatan program pengembangan teknologi produksi kakao terdiri atas Balitbangda Propinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perkebunan Propinsi Sulawesi Selatan, Pemkab Soppeng, Dinas Perkebunan Kabupaten Soppeng, Kelompok Penangkar bibit kakao, Kelompok Tani Kakao dan Koperasi Larompong.

    Photo Hasil Kegiatan

    Ket. Gambar : Bioinsektisida Biofungisida

     

    Ket. Gambar : Bioinsektisida

     

     

    Ket. Gambar : Stimulan penyambungan bibit

     

    Ket. Gambar : Pupuk Organik Bokashi

    Last modified on Wednesday, 02 August 2017 07:58